Kamis, 18 Desember 2014

Tetaplah Mencintai Kucing

Oleh Reza Arief Darmawan
 
Kucing merupakan hewan yang manis, lucu, dan asyik untuk diajak bercanda. Hampir semua orang menyukainya, tetapi tidak sedikit juga yang mewaspadainya.

Kucing memang nakal dan suka mencuri ikan, tetapi bukan karena itu yang membuat banyak orang waspada. Namun, karena sejenis parasit di tubuh mereka yang bisa menular ke tubuh manusia atau mamalia lainnya, Parasit itu disebut toxoplasma. Toxoplasma merupakan spesies protozoa parasit, yang biasanya masuk ke tubuh kucing. Mereka berkembang biak dan bertelur di dalam usus kucing, karenanya manusia mewaspadai hewan manis itu.

Segala virus, termasuk toxoplasma, dapat menyebabkan infeksi bila masuk ke tubuh manusia. Akibatnya cukup mengerikan bila ini masuk ke tubuh manusia, khususnya bagi kaum Hawa. Ibu hamil yang terinfeksi dalam masa 4 bulan sebelum hamil hingga 6 bulan pertama kehamilan, umumnya berakibat komplikasi yang berat, seperti keguguran maupun kematian janin dalam kandungan. Bila janin selamat hingga lahir, umumnya menderita infeksi mata berat, penyakit kuning yang tidak normal, pembesaran liver dan limpa, serta epilepsi.

Penyakit ini akan lebih mengerikan untuk para penderita HIV/AIDS, karena mampu merusak otak setelah terlebih dahulu timbul gejala pusing, kejang, kemudian koma. Toxoplasma bagi penderita HIV/AIDS juga dapat menyebabkan infeksi paru-paru, sehingga dapat berakibat kematian.

*******

Protozoa yang satu ini memang sangat mengerikan. Apalagi mereka berkembang biak atau menularkannya melalui kucing, hewan paling disukai sebagian besar penduduk Planet Bumi. Berita ini mungkin kabar buruk untuk para pecinta kucing. Bagaimana tidak? Kabar ini membuat panik para pecinta kucing.

Namun, jangan terlalu mencemaskannya. Dokter Eddy Darma menyatakan, “Toxoplasma tidak akan menular ke manusia jika daya tahan tubuh tinggi.” Memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalimat tersebut bermakna bahwa kesehatan itu mahal harganya. Daripada kita mengeluarkan uang banyak untuk berobat, lebih baik mencegahnya agar tidak tertular.

Jadi, para pecinta kucing tak perlu mengkhawatirkannya secara berlebihan. Tidak perlu mengganti hewan peliharaan dengan memelihara kodok atau cicak, meskipun mereka lebih menguntungkan lantaran memakan nyamuk-nyamuk ganas yang mengganggu waktu tidur kita.

Toxoplasma bertelur di usus kucing, kita hanya perlu menjaga kebersihan benda-benda yang masuk ke tubuh kucing. Pastikan kucing tidak memakan atau meminum sesuatu yang belum matang dan cegah agar tidak menjilat tubuhnya yang telah terkena tanah atau debu-debu jalanan. Untuk lebih aman, biarkan saja kucing bermain di dalam rumah. Paling tidak, bulunya selalu dalam keadaan bersih dan kotoran dapat dibuang ke septic tank demi menjaga kesehatan lingkungan.

Kenyataan memang pahit. Namun, janganlah pernah menyalahkan, bahkan membenci kucing. Mereka tidak tahu apapun, karena mereka tidak memiliki akal pikiran. Bila ternyata kita tertular juga, hal itu lebih akibat kesalahan diri sendiri. Tidak menerapkan pola hidup sehat dan  tidak merawat kucing dengan baik. Jadi, tetaplah mencintai kucing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Author