Kucing merupakan hewan yang manis,
lucu, dan asyik untuk diajak bercanda. Hampir semua orang menyukainya,
tetapi tidak sedikit juga yang mewaspadainya.
Kucing memang nakal dan suka mencuri ikan, tetapi bukan karena itu yang membuat banyak orang waspada. Namun, karena sejenis parasit di tubuh mereka yang bisa menular ke tubuh manusia atau mamalia lainnya, Parasit itu disebut toxoplasma. Toxoplasma merupakan spesies protozoa parasit,
yang biasanya masuk ke tubuh kucing. Mereka berkembang biak dan
bertelur di dalam usus kucing, karenanya manusia mewaspadai hewan manis
itu.
Segala virus, termasuk toxoplasma,
dapat menyebabkan infeksi bila masuk ke tubuh manusia. Akibatnya cukup
mengerikan bila ini masuk ke tubuh manusia, khususnya bagi kaum Hawa.
Ibu hamil yang terinfeksi dalam masa 4 bulan sebelum hamil hingga 6
bulan pertama kehamilan, umumnya berakibat komplikasi yang berat,
seperti keguguran maupun kematian janin dalam kandungan. Bila janin
selamat hingga lahir, umumnya menderita infeksi mata berat, penyakit
kuning yang tidak normal, pembesaran liver dan limpa, serta epilepsi.
Penyakit ini akan lebih mengerikan untuk
para penderita HIV/AIDS, karena mampu merusak otak setelah terlebih
dahulu timbul gejala pusing, kejang, kemudian koma. Toxoplasma bagi penderita HIV/AIDS juga dapat menyebabkan infeksi paru-paru, sehingga dapat berakibat kematian.
*******
Protozoa yang satu ini memang
sangat mengerikan. Apalagi mereka berkembang biak atau menularkannya
melalui kucing, hewan paling disukai sebagian besar penduduk Planet Bumi.
Berita ini mungkin kabar buruk untuk para pecinta kucing. Bagaimana
tidak? Kabar ini membuat panik para pecinta kucing.
Namun, jangan terlalu mencemaskannya. Dokter Eddy Darma menyatakan, “Toxoplasma
tidak akan menular ke manusia jika daya tahan tubuh tinggi.” Memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalimat tersebut
bermakna bahwa kesehatan itu mahal harganya. Daripada kita mengeluarkan uang
banyak untuk berobat, lebih baik mencegahnya agar tidak tertular.
Jadi, para pecinta kucing tak perlu
mengkhawatirkannya secara berlebihan. Tidak perlu mengganti hewan
peliharaan dengan memelihara kodok atau cicak, meskipun mereka lebih
menguntungkan lantaran memakan nyamuk-nyamuk ganas yang mengganggu waktu
tidur kita.
Toxoplasma bertelur di usus
kucing, kita hanya perlu menjaga kebersihan benda-benda yang masuk ke
tubuh kucing. Pastikan kucing tidak memakan atau meminum sesuatu yang belum
matang dan cegah agar tidak menjilat tubuhnya yang telah terkena tanah atau debu-debu jalanan.
Untuk lebih aman, biarkan saja kucing bermain di dalam rumah. Paling
tidak, bulunya selalu dalam keadaan bersih dan kotoran dapat dibuang ke septic tank demi menjaga kesehatan lingkungan.
Kenyataan memang pahit. Namun, janganlah
pernah menyalahkan, bahkan membenci kucing. Mereka tidak tahu apapun,
karena mereka tidak memiliki akal pikiran. Bila ternyata kita tertular
juga, hal itu lebih akibat kesalahan diri sendiri. Tidak menerapkan pola
hidup sehat dan tidak merawat kucing dengan baik. Jadi, tetaplah mencintai kucing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar