Kamis, 18 Desember 2014

Oleh Reza Arief Darmawan

Saat mengendarai sepeda motor helm merupakan perlengkapan paling penting, karena di kepala terdapat otak manusia yang mengendalikan seluruh tubuh, dengan helmlah kau dapat melindunginya. Tahukah kau peran helm lainnya?

Ketika mengendarai motor, kamu harus memperhatikan keselamatan diri, karena keselamatan ialah tujuan utama dalam berkendara. Bagaimana tidak? Bila bepergian tujuanmu memang ke suatu tempat, tetapi apa jadinya jika kau sampai ke suatu tempat itu dalam keadaan terluka karena kecelakaan. Maka, keselamatan disebut sebagai tujuan utama. 

Otak merupakan benda lunak besar yang ada di dalam kepalamu. Benda unik yang berfungsi menggerakkan semua  tubuhmu. Oleh karena itulah, kepala harus dilindungi dengan helm.

Helm sepeda motor pertama kali diciptakan oleh Gottlieb Daimler tahun 1885, dalam bentuk yang sederhana dan tidak terlalu bersifat melindungi kepala, karena pada masanya kecepatan motor masih sangat rendah. Tahun 1953 Prof. C.F. Lombard menciptakan dan mematenkan helm untuk sepeda motor yang mementingkan keselamatan.

Fungsi Helm Sesungguhnya

Bila kau hanya menganggap helm sebagai formalitas agar tidak ditilang polisi kau salah. Jika kau bilang helm untuk melindungi kepala, kau juga keliru. Fungsi helm tidak sebatas yang kau bayangkan. Banyak hal kecil yang aku atau orang lain alami selama berkendara motor tanpa menggunakan helm, hal kecil itu memberiku kesimpulan tentang pentingnya menggunakan helm selain untuk peraturan lalu lintas dan keamanan otak saat terjatuh dari sepeda motor.

Pertama, saat berkendara di bawah deras air hujan tanpa menggunakan helm. Terkadang air hujan terasa tajam dan menusuk kulit. Mengenai kulit saja sakit, apalagi jika air hujan yang tajam itu menusuk matamu? Pasti perih, karena lapisan pada mata sangatlah tipis. Meskipun hujan tidak selalu seperti itu, tetap saja tetesan air yang jatuh ke mata membuatmu tidak nyaman dan memecah konsentrasimu dalam berkendara. Sehingga menimbulkan risiko kecelakaan.

Kedua, masih di saat hujan dan tidak menggunakan helm. Tetesan air yang tak terhitung menimpa kepalamu, hujan pun tidak hanya berlangsung satu menit. Oleh karena itu, kepalamu akan terasa pusing. Air hujan yang kotor juga menyebabkan kepalamu terasa gatal.

Ketiga, saat kau mengendarai motor di siang hari yang panas tanpa menggunakan helm. Memang saat itu tidak akan ada air hujan, tetapi tidak menutup kemungkinan wajahmu juga bisa basah. Bayangkan saja ketika kamu mengendarai motor dan pengendara motor yang melaju di depanmu bersin, ingusnya akan terhempas dari hidung ke depan wajahnya lalu mengikuti arah angin dan melaju ke belakang, yaitu ke wajahmu. Sangatlah menjijikan membayangkan dirimu memakan ingus pengendara itu yang cukup asin.

Keempat, di siang hari. Aku pernah mengalami kejadian yang cukup membahayakan ketika tidak menggunakan helmku. Kau tahu? Batu kerikil kecil berdiameter kurang dari setengah sentimeter terlontar dari jalan raya mengenai pinggiran mataku. Sangat perih dan menimbulkan benjolan kecil yang terasa gatal, seperti bentol sehabis digigit nyamuk. Aku sangat bersyukur bahwa hanya batu kecil yang terhempas ke wajahku, entah bagaimana nasibku jika batu itu berukuran besar apalagi mengenai kelopak mataku. Sungguh mengerikan.

Kelima, serangga. Saat itu, aku bepergiaan tanpa helm, karena ku pikir jarak yang ku tempuh cukup dekat. Namun, mungkin hari itu hari sialku. Saat kufokus berkendara, seekor lalat masuk ke dalam mataku, membuat perjalananku terhenti oleh rasa sakit akibat lalat itu. Pernah juga waktu itu seekor nyamuk masuk ke dalam mulutku.

Keenam, mungkin ini kejadian yang cukup mustahil. Namun, tidak ada salahnya jika kau waspada. Bayangkan bila kau berkendara tidak mengenakan helm, tiba-tiba kedua remmu rusak. Kau menabrak pohoh durian dan membuat pohon itu bergetar, sehingga buah durian jatuh tepat di atas kepalamu. Bukannya sampai tujuan, tetapi kau malah sampai ke akhirat.

Mungkin masih banyak hal-hal kecil yang cukup mengancam keselamatanmu saat berkendara motor. Semua hal di atas merupakan beberapa pengalamanku dan orang lain. Itu semua adalah hal yang sederhana, tetapi dapat mengancam keselamatan nyawa kita. Pakailah helm dengan baik sesuai prosedur untuk melindungi semua yang ada di kepalamu.

Meskipun perjalananmu hanya lima meter dari rumahmu tetaplah menggunakan helm, karena kau tidak tahu apa yang akan terjadi. Jangan ragu pula untuk menggunakan helm yang berkualitas setiap berkendara. Lebih baik mengeluarkan uang setengah juta untuk helm daripada setengah miliar untuk biaya rumah sakitmu.
0

Oleh Reza Arief Darmawan
 
Kucing merupakan hewan yang manis, lucu, dan asyik untuk diajak bercanda. Hampir semua orang menyukainya, tetapi tidak sedikit juga yang mewaspadainya.

Kucing memang nakal dan suka mencuri ikan, tetapi bukan karena itu yang membuat banyak orang waspada. Namun, karena sejenis parasit di tubuh mereka yang bisa menular ke tubuh manusia atau mamalia lainnya, Parasit itu disebut toxoplasma. Toxoplasma merupakan spesies protozoa parasit, yang biasanya masuk ke tubuh kucing. Mereka berkembang biak dan bertelur di dalam usus kucing, karenanya manusia mewaspadai hewan manis itu.

Segala virus, termasuk toxoplasma, dapat menyebabkan infeksi bila masuk ke tubuh manusia. Akibatnya cukup mengerikan bila ini masuk ke tubuh manusia, khususnya bagi kaum Hawa. Ibu hamil yang terinfeksi dalam masa 4 bulan sebelum hamil hingga 6 bulan pertama kehamilan, umumnya berakibat komplikasi yang berat, seperti keguguran maupun kematian janin dalam kandungan. Bila janin selamat hingga lahir, umumnya menderita infeksi mata berat, penyakit kuning yang tidak normal, pembesaran liver dan limpa, serta epilepsi.

Penyakit ini akan lebih mengerikan untuk para penderita HIV/AIDS, karena mampu merusak otak setelah terlebih dahulu timbul gejala pusing, kejang, kemudian koma. Toxoplasma bagi penderita HIV/AIDS juga dapat menyebabkan infeksi paru-paru, sehingga dapat berakibat kematian.

*******

Protozoa yang satu ini memang sangat mengerikan. Apalagi mereka berkembang biak atau menularkannya melalui kucing, hewan paling disukai sebagian besar penduduk Planet Bumi. Berita ini mungkin kabar buruk untuk para pecinta kucing. Bagaimana tidak? Kabar ini membuat panik para pecinta kucing.

Namun, jangan terlalu mencemaskannya. Dokter Eddy Darma menyatakan, “Toxoplasma tidak akan menular ke manusia jika daya tahan tubuh tinggi.” Memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalimat tersebut bermakna bahwa kesehatan itu mahal harganya. Daripada kita mengeluarkan uang banyak untuk berobat, lebih baik mencegahnya agar tidak tertular.

Jadi, para pecinta kucing tak perlu mengkhawatirkannya secara berlebihan. Tidak perlu mengganti hewan peliharaan dengan memelihara kodok atau cicak, meskipun mereka lebih menguntungkan lantaran memakan nyamuk-nyamuk ganas yang mengganggu waktu tidur kita.

Toxoplasma bertelur di usus kucing, kita hanya perlu menjaga kebersihan benda-benda yang masuk ke tubuh kucing. Pastikan kucing tidak memakan atau meminum sesuatu yang belum matang dan cegah agar tidak menjilat tubuhnya yang telah terkena tanah atau debu-debu jalanan. Untuk lebih aman, biarkan saja kucing bermain di dalam rumah. Paling tidak, bulunya selalu dalam keadaan bersih dan kotoran dapat dibuang ke septic tank demi menjaga kesehatan lingkungan.

Kenyataan memang pahit. Namun, janganlah pernah menyalahkan, bahkan membenci kucing. Mereka tidak tahu apapun, karena mereka tidak memiliki akal pikiran. Bila ternyata kita tertular juga, hal itu lebih akibat kesalahan diri sendiri. Tidak menerapkan pola hidup sehat dan  tidak merawat kucing dengan baik. Jadi, tetaplah mencintai kucing.
0

Author